Skip to main content

Tanda Petik

III.J.1. Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.

Misalnya:

  • "Merdeka atau mati!" seru Bung Tomo dalam pidatonya.
  • "Kerjakan tugas ini sekarang!" perintah atasannya. "Besok akan dibahas dalam rapat."
  • Menurut Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, "Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan."
III.J.2. Tanda petik dipakai untuk mengapit judul sajak, lagu, artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.

Misalnya:

  • Sajak "Pahlawanku" terdapat pada halaman 125 buku itu.
  • Marilah kita menyanyikan lagu "Maju Tak Gentar"!
  • Saya sedang membaca "Peningkatan Mutu Daya Ungkap Bahasa Indonesia" dalam buku Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat Madani.
  • Makalah "Pembentukan Insan Cerdas Kompetitif" menarik perhatian peserta seminar.
  • Perhatikan "Pemakaian Tanda Baca" dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

Catatan
PUEBI 2015 menambahkan "film" dan "sinetron" ke dalam contoh penggunaan tanda petik. PUEBI Daring menghapusnya sebagai bentuk koreksi guna menghilangkan ambiguitas.

III.J.3. Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.

Misalnya:

  • "Tetikus" komputer ini sudah tidak berfungsi.
  • Dilarang memberikan "amplop" kepada petugas!